logo

Written by Super User on . Hits: 330

“Officium Nobile Advokad” dan “Profesionalisme Hakim” Berhasil Mendamaikan Perkara Sengketa Waris di Bulan Penuh Kemulyaan Ramadhan 1444 H

(PA Cibadak, 5/4 2023/ Heri-Redaksi)

Di hari puasa yang ke-14 Bulan Ramadhan 1444H tepat tanggal 5 April 2023, PA Cibadak lagi dan lagi berhasil melaksanakan penanganan perkara secara Restorative Justice dibidang perkara perdata yang sering disebut dengan istilah Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) , penyelasaian perkara perdata contentius ini melalui APS adalah perwujudan dari Restorative Justice di bidang perkara perdata, karena selama ini kita mengenal Restorative Justice hanya terjadi pada perkara pidana tertentu saja.

056ff05a ee3b 455c 98de f0c88164b752

Pada hari itu Majelis Hakim yang memeriksa perkara gugatan waris dengan nomor perkara XXXX/Pdt.G/2023/PA.Cbd dengan obyek sengketa yang nilainya fantastis (bernilai milyaran) dengan obyek sengketa yang menyebar ke banyak lokasi yang berjauhan. Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini Aman, S.Ag., S.E., S.H.,M.H., M.Pd., M.M. selaku Ketua Majelis, Drs. Abdul Hamid Lubis, M.H., Drs. Iskandar, M.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota serta dibantu oleh Panitera Pengganti Aji Sucipto, S.H., M.H., sementara itu Penggugat didampingi kuasa hukum Dr. H. Mochammad A.E. Dunuraeni, S.H., M.H. dan Tergugat didampingi kuasa Hukum Berman Limbong, S.H., M.H.

Oleh karena majelis hakim PA Cibadak yang memeriksa perkara ini bertindak hati-hati dan profesional dengan mengedepankan amanat ketentuan Perma No. 1 Tahun 2016 tentang mediasi dan upaya damai, maka majelis hakim memberikan penjelasan dan pencerahan kepada para pihak khususnya justru kepada para kuasa hukum bahwa Officium Nobile dari seorang advokad tidak hanya diukur atas kemenangan kepentingan kliennya tetapi lebih mulia seorang advokad bisa dan berhasil mendamaikan kedua belah pihak secara iklas dan tuntas melalui akta perdamaian, apalagi persidangan ini dilaksanakan dalam bulan puasa ramadhan yang penuh kemulyaan dan keberkahan. Gayung pun bersambut para advokad yang mendampingi prisipalnya masing-masing merasa terketuk dan sepakat untuk pada hari itu juga memediasi kedua belah pihak secara kekeluargaan dan alhamdulilah hanya dalam waktu satu jam proses mediasi berjalan lancar dan damai dengan para advokad yang profesional dimana mengalahkan egonya dengan mengutamakan perdamain akhirnya berhasil membuahkan sebuah perdamaian/ kesepakatan damai yang dituangkan dalam sebuah Akta Van Dading.

Dalam kesempatan disela-sela penandatangan Akta perdamain tersebut Ketua majelis memberikan apresiasi kepada para prisipal dan juga khususnya kepada para Advokad yang memegang teguh bahwa profesi advokad adalah profesi yang Officium Nobile (Profesi yang terhormat/mulia) seperti halnya profesi Hakim yang juga Mulia apalagi telah berhasil mendamaikan masing-masing prinsipal untuk menyelesaikan sengketa waris ini dengan penuh damai di bulan Suci Ramadhan 1444 H yang juga penuh dengan kemulyaan. Pada kesempatan itu pula Ketua Majelis berpesan kepada para pihak dan Kuasa Hukumnya untuk membantu PA Cibadak menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) untuk tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun kepada seluruh warga PA Cibadak baik langsung atau tidak langsung.

Setelah persidangan usai Ketua Majelis yang kebetulan juga menjabat sebagai wakil ketua PA Cibadak menuturkan kepada tim redaksi bahwa beliau akan mengusulkan kepada Ketua Pengadilan Agama Cibadak agar memberikan Piagam Penghargaan kepada advokad-advokad yang beracara di PA Cibadak dimana saling sekuat tenaga mengupayakan keberhasilan mediasi , yang sering berhasil memberikan advokasi kepada para kliennya untuk mengutamakan keberhasilan mediasi/ upaya damai sesuai yang diamanatkan Perma No. 1 Tahun 2016 seperti yang selalu ditekankan oleh semua Hakim yang memeriksa perkara apaun di Lingkungan PA Cibadak.

Sementara itu baik kuasa hukum Penggugat dan Tergugat , seusai persidangan selesai kepada tim redaksi menuturkan bahwa banyak sekali majelis hakim PA Cibadak telah bertindak profesional dengan memberikan gambaran-gambaran dan memberikan nasehat kepada para pihak berperkara jika gugatan sengketa waris ini dilanjutkan proses perkaranya tanpa tercapai kesepakatan damai maka akan memerlukan biaya yang tidak sedikit mulai dari Descente- Sita – hingga Eksekusi apalagi jika dilaksanakan tidak dengan Parate Eksekusi (Pelaksanaan Eksekusi secara sukarela) maka harus Eksekusi Paksa melalui Lelang di KPKNL setempat yang membawahi dimana obyek sengketa ini berada.

Persidangan gugatan waris yang bernilai fantastis tersebut memang sering menegangkan dan rawan konflik di lapangan, karena para pihak mempunyai massa dan kepentingannya masing-masing dan didukung oleh arahan dari para Kuasa Hukum yang mengutamakan kemenagan klainnya , namun justru karena upaya majelis hakim menjelaskan keutungan dan kerugian apabila perkara ini sampai berujung ke eksekusi maka memerlukan biaya yang tidak sedikit dan menyita banyak waktu pelaksanaan, belum lagi kondisi keamanan nantinya ketika pelaksanaan dilapangan yang tentunya tidak bisa dipastikan kondusif. Atas nasehat-nasehat majelis hakim tersebut para pihak khususnya kuasa hukumnya masing-masing termotifasi dan mendapat pencerahan dari majelis Majelis Hakim tentang arti pentingnya perdamaian. Dengan mempertimbangkan Pasal 130 HIR yang pada intinya bermakna bahwa suatu Acta Van Dading otomatis Ikrach (berkekuatan Hukum Tetap) tidak ada lagi upaya hukum lainnya. Kepada para pihak dan kuasa hukumnya dijelaskan pula selain akta perdamain ini bersifat inkrach, maka dimuat dalam amar putusan perkara ini dan supaya para pihak melaksanakan semua amar putusan PA Cibadak ini dengan baik.

Dalam kesempatan itu kepada Tim Redaksi ketua majelis Aman, S.Ag., S.E., S.H., M.H., M.Pd., M.M., mengucapkan syukur kehadirat Alloh SWT karena perkara gugatan waris yang bernilai fantastis ini akhirnya tercapai kesepakatan damai dengan suatu Akta Van Dading yang langsung berkekuatan hukum tetap, beliau berharap PA Cibadak mengutamakan keberhasilan mediasi dalam perkara apapun , mengingat PA Cibadak saat ini semakin banyak perkara yang berhasil dalam mediasinya dari bergai jenis perkara yang diterima semakin beragam seiring semakin sadar hukumnya masyarakat Kabupaten Sukabumi yang majemuk dan semakin komplek sebagai Kabupaten yang banyak pabrik/industri, Pertanian/Perkebunan serta Perikanan Laut. (Heri/redaksi).

Hubungi Kami

Pengadilan  Agama  Cibadak Kelas I A

Jl. Jenderal Sudirman No. 3, Komplek Perkantoran OPD

Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi

Provinsi Jawa Barat

Telp: 0266-432666 
Fax: 0266-432667

email. This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

         tabayunThis email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.