Seputar Peradilan

Penyuluhan Hukum tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga

          Pada tanggal 27 Maret 2018 bertempat di Balai Desa  Ds. Sangrawayang Kec. Simpenan Kab. Sukabumi. dilaksanakan penyuluhan Hukum Tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga, berkat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten dan Pengadilan Agama Cibadak. Bertindak sebagai narasumber yaitu Ketua Pengadilan Agama Cibadak Bapak Drs Asep Mujtahid M.H .

Dalam pemaparan tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Ketua Pengadilan Agama Cibadak  menyampaikan bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Adapun tujuan dari penghapusan kekerasan dalam rumah tangga adalah mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Bentuk larangan KDRT yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, serta penelantaran rumah tangga. Masyarakat juga harus berperan dalam upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dengan mencegah terjadinya tindak pidana, memberikan perlindungan dan  pertolongan darurat kepada korban KDRT serta membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.

Korban berhak melaporkan secara langsung kekerasan dalam rumah tangga kepada kepolisian, dapat memberikan kuasa kepada keluarga atau orang lain untuk melaporkan KDRT kepada pihak kepolisian, jika korban adalah seorang anak maka laporan dapat dilakukan oleh orangtua, wali, pengasuh, atau anak yang bersangkutan. Korban atau keluarga dapat juga meminta bantuan dari relawan pendamping (LSM yang bergerak dalam bidang perempuan dan anak), advokat, pekerja sosial, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) atau Organisasi Bantuan Hukum (OBH) untuk mendampingi serta memperoleh bantuan hukum gratis khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Jika menjadi korban tindakan kekerasan dalam rumah tangga  jangan ragu untuk melapor.

Sepanjang kegiatan berlangsung para peserta cukup antusias dalam menyampaikan pertanyaan dan pendapatnya terkait materi yang disampaikan.