Pada hari Selasa tanggal 16 Juli 2024 Pengadilan Agama Cibadak menghadiri acara Pembinaan Dirjen Badan Peradilan Agama dan Rapat Koordinasi Pengadilan Agama se-Jawa Barat yang dilaksanakan di Aula PTA Bandung. Acara ini dihadiri oleh Ketua PA Cibadak (Ibu Dra. Ma’ripah), Wakil Ketua PA Cibadak (Ahmad Padli,S.Ag,M.H), Sekretaris PA Cibadak (Indra Ari Setiawan,S.H) dan Panitera PA Cibadak (Pupu Saripuddin,S.Ag).

Direktur Jenderal BADILAG (Drs.H. Muchlis, S.H, M.H) berkesempatan menyampaikan beberapa materi pembinaan diantaranya yaitu berpedoman pada SK Dirjen Badilag No. 048/DJA/SK.KP3.4.3/IV/2024 tentang Evaluasi Kinerja pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di Lingkungan Peradilan Agama, dengan mensosialiasikan hasil capaian satker se-PTA Jawa Barat terkait E-Court, Kinerja PA Triwulan 1 Tahun 2024, dan disampaikan juga satker yang telah meraih WBK dan WBBM serta satker yang diajukan WBK pada Tahun 2024.
Dari hasil yang disampaikan, perolehan persentase capaian e-court pada PA Cibadak di angka 49,43%, sedangkan hasil kinerja PA Cibadak pada Triwulan 1 Tahun 2024 se-nasional mendapat peringkat ke-72 dari seluruh Pengadilan Agama Kelas 1A dan se-Jawa Barat pada peringkat 15.

Selain itu, pada acara ini juga diberikan penghargaan bagi satker berprestasi dari beberapa kategori penilaian. Alhamdulillah, PA Cibadak meraih 4 kategori prestasi yaitu Peringkat 1 Keberhasilan Mediasi Kategori II (Jumlah Perkara 1501-3000 Perkara), Peringkat 2 Pengelolaan Website Terbaik Triwulan 1 & Triwulan 2, dan Peringkat 2 Kategori Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) DIPA 04 Semester 1 Tahun 2024.

![]() |
|
![]() |
![]() |
Penghargaan ini menjadi motivasi untuk kami agar terus dapat meningkatkan kinerja supaya Pengadilan Agama Cibadak dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat pencari keadilan. “Berperkara di Pengadilan bukan sekedar mencari dan menemukan kebenaran yang kabur, tapi lebih ditujukan untuk menyelesaikan masalah yang memberi kepuasan kepada kedua belah pihak, agar dapat melangkah kemasa depan” (Yahya Harahap).





